Melalui i’ve always loved you, Arash Buana mencurahkan perasaannya dalam lirik-lirik sederhana, namun penuh makna. Ia mengaku, karya ini menceritakan tentang penyesalannya dalam mengakhiri hubungan masa lalunya. Meski penuh penyesalan, namun ia turut melayarkan harapan-harapan baik melalui lirik yang ia senandungkan. Segala bentuk emosi dalam karya ini turut tercerminkan dalam artwork pada i’ve always loved you.“I was so afraid of losing someone that I love, so I decided to crush my feelings and let the logic work. I thought it was a smart and wise move, yet I realized how selfish I was back then. Apparently, I was the wrong one. We learn from our mistakes, right?”, ucap Arash Buana.
Setelah meraih 40 juta lebih pendengar di Spotify melalui karya sebelumnya, if you could see me cryin’ in my room, Arash Buana kini merilis i’ve always loved you sebagai bentuk permohonan maaf-nya yang belum sempat ia sampaikan untuk mantan kekasihnya. Melalui i’ve always loved you, pesan personalnya turut akan ia bagikan kepada para pendengar setianya. Karya teranyar dari Arash Buana, i’ve always loved you, dijadwalkan akan dirilis secara resmi pada 17 Desember 2021 di seluruh layanan streaming digital musik, beserta dengan video lirik pada kanal Youtube pribadinya pada 17 Desember 2021. Dengan lahirnya i’ve always loved you, semoga karya ini mampu berkenan dan diterima dengan baik di hati para pendengar setia Arash Buana.
Komentar
Posting Komentar