Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

#KilasBalik 24:00 lewat Milik The Brandals

"Berkali-kali kau buat tidurku tak nyenyak, Kunyanyikan terus lagu-mu hingga suara-ku serak!" sebuah potongan lirik dari lagu yang sudah tidak asing bagi para penikmat musik lokal band asal ibu kota The Brandals pada saat itu sukses menciptakan  sebuah track yang menjadi song anthem bagi mereka selain beberapa lagu yang sebelumnya sudah terlebih dahulu dirilis seperti Retorika, 100% Kontrol, Lingkar Labirin dan beberapa lagu lainnya. Lagu 24:00 Lewat berada didalam album Audio Imperialist yang dirilis pada tahun 2005, dengan genre Rock n Roll yang sudah melekat pada The Brandals. Vokal khas milik Eka Annash menambah kesan lelaki dalam lagu ini, diperjelas dengan melodi dan ketukan drum dari  Alm. Rully Anash (drum), Mochammad Bayu Indrasoewarman (gitar), Tonny Dwi Setiaji (rhythm gitar), Dodi Widyono (bass). Lagu ini juga menjadi soundtrack dari film Lovely Luna tidak lama setelah lagunya dirilis.

EP Baru Rasa Lama Milik Morfem

  Grup band asal ibu kota 'Morfem' baru saja merilis mini album atau EP yang bertajuk 'Binar Wajah Sebaya'. Mini album ini berisi 5 lagu yang uniknya hanya terdapat 1 lagu baru yang sama dengan judul mini albumnya yaitu Binar Wajah Sebaya , yang kemudian isian track lain di warnai oleh track-track terdahulu milik Morfem yang di rekam ulang. ' Tiba-tiba terjadi ' dari album SneakerFuzz , kemudian ada ' Bocah Candel Lampu Merah ' dari album Hey Makan Tuh Gitar, ' Planet Berbeda ' dari album SneakerFuzz , dan terakhir Senjakala Cerita dari album Hey Makan Tuh Gitar . Jimi Multazham sudah tidak diragukan lagi kemampuannya menciptakan lirik berbahasa Indonesia salah satunya yang tergambar pada lagu terbarunya bersama Morfem ini Binar Wajah Sebaya. Lagu ini menggambarkan tentang bagaimana pengelihatan kehidupan seorang anak kecil yang penuh raut bahagia, kepolosan akan mengenal asmara dan kesenangan seperti memiliki dunianya sendiri. Untuk ...

Iga Massardi Rilis Lagu Bapak-Bapak

Ditengah situasi dunia khususnya Indonesia yang sedang kurang mendukung untuk beraktifitas, akibat dari pandemi  Virus Covid-19  yang belakangan ini menyebar. Masyarakat dihimbau untuk tetap di rumah agar penyebarannya tidak lagi tinggi. Berbagai kalangan harus rela kehilangan pekerjaan dan yang pasti berbagai macam hiburan mulai dari pertunjukan musik hingga pertandingan olahraga dihentikan sementara. Hal ini  membuat   musisi tanah air berlomba-lomba memberikan semangat kepada masyarakat agar kuat menghadapi pandemi ini salah satunya adalah gitaris sekaligus vokalis dari grup band Barasuara yaitu Iga Massardi.  22 Mei lalu Iga merilis single solo perdananya dengan judul " Krisis Hiburan " yang secara garis besar menceritakan tentang keluh-kesah sebagian masyarakat di tengah pandemi, spesialnya bagi  bapak rumah tangga karena Iga menyebut lagu ini dengan "lagu bapak-bapak". Lagu ini sendiri digarap bersama Vega Antares, Enricoo Octaviano, Lafa Prat...

Kelompok Penerbang Roket 'DiKejar Setan'!

  Beberapa waktu yang lalu, Kelompok Penerbang Roket resmi melepaskan single terbarunya yang bertajuk “DiKejar Setan”. Masih mengusung genre yang sama dengan lagu-lagu sebelumnya namun lagu ini lebih kuat dalam hal penulisan lirik yang agak nyeleneh salah satu contohnya adalah “Ibu belum juga pulang satu tahun kemudian Ibu bawa pulang setan”. Lagu ini menceritakan tentang kebiasaan orang tua di Indonesia pada umumnya yang suka menakuti anak anaknya jika pulang malam yang mitosnya akan di ganggu oleh setan. Isian dari musik pun jauh lebih padat dan menyokong liriknya. Video klipnya pun sudah ditebar di Platform Youtube Berita Angkasa dan sudah bisa didengarkan juga di Platform musik lainnya. Kelompok Penerbang Roket - Dikejar Setan (Official Lyric Video)

Berdansa Dalam Diam Bersama Sal Priadi

Foto Oleh  Sal Priadi Soundcloud  Sal Priadi baru saja mengeluarkan album perdananya yang bertajuk "Berhati" yang di rilis pada awal tahun 2020 ini. Amin Paling Serius , Melebur Semesta , dan  Kultusan turut menjadi track  didalam album yang mana  di awal kemunculan Sal sudah di perdengarkan kepada penikmat musiknya. Namun ada sebuah track yang sangat berbeda dengan biasanya yang coba di tampilkan di dalam album ini. Dalam Diam menjadi komplemen unik yang tidak bisa dipisahkan didalamnya. Suasana yang di tampilkan oleh lagu ini terbilang tidak biasa diciptakan sejak kemunculannya, terkesan keluar dari zona nyaman yang selama ini Sal perdengarkan kepada publik, yang mana kita tahu sebagian besar lagunya lebih mengarah kepada lagu Pop Ballad dengan low tempo yang di perkuat dengan lirik-lirik patah hati nan manis. Dalam Diam menjadi track yang berbeda dari sebelumnya dengan energik, ditambah dengan vokal wanita yang menjadi pelengkap di dalam lagu in...

The Panturas Rilis Music Video Dalam Rangka 20 Tahun Mocca

   The Panturas baru saja merilis MV (Music Video) dari lagu “ You and Me Againts The World: A Tribute to Mocca ” masih dalam rangka perayaan  20 Tahun grup band asal Bandung yaitu  Mocca. Sebuah album yang hadir setelah belum lama kemunculan album ' Lima ' yang mana isi dari album ini terdapat banyak musisi yang menyanyikan kembali lagu-lagu hits dari Mocca seperti Secret Admirer yang di bawakan kembali oleh Sky Sucahyo, kemudian ada juga Coldiac yang menyanyikan track One The Night Like This . Bilal Indrajaya menyusul dengan The Object Of My Affection , Trio Nonaria tak mau kalah dengan mendaur ulang lagu Teman Sejati . Mustache and Beard, Mardial, Asteriska dan terakhir adalah Kelas Mocca turut mengambil bagian dalam lagu-lagu di album ini dengan beberapa track yaitu Ketika Semua Telah Berakhir , Lucky Man , My Only One , dan juga Do What You Wanna Do.   Kembali kepada Music Video dari The Panturas yang dirilis pada 15 Mei 2020, menampilkan ...

The Adams Penuh Energi Di Synchronize Fest 2019

 "The Adams belum habis!" Itulah kalimat yang tepat yang bisa menggambarkan bagaimana pecahnya penampilan dari band asal Jakarta yaitu The Adams. Tampil di hari terakhir, mereka menjadi performer penutup di panggung Lake Synchronize Fest 2019. Dibuka dengan track Pelantur yang membakar kedatangan mereka ke panggung, di lanjutkan Waiting yang menjadi pelumas selanjutnya. Track lama Selamat Pagi Juwita kembali di perdengarkan dari album V2.05 yang memulai hawa nostalgia muncul didepan panggung. Hanya Kau salah satu peluru andalan dari The Adams menyusul dengan lantunan syahdu dari penonton.Beberapa kali Saleh Husein (Vokal dan Gitar) memuji penonton yang hadir dan bernyanyi bersama mereka. “Gila...Synchronize Fest..Gila...” Ujar pria yang sering disapa Ale ini.   Disela-sela pergantian lagu, Ale juga memperkenalkan personil terbaru mereka yang beberapa tahun kebelakang mengisi bagian Keyboard juga Synth. “Buat yang belum tau, disini ada personil baru dari The Adams....