Langsung ke konten utama

The Adams Penuh Energi Di Synchronize Fest 2019


 "The Adams belum habis!" Itulah kalimat yang tepat yang bisa menggambarkan bagaimana pecahnya penampilan dari band asal Jakarta yaitu The Adams. Tampil di hari terakhir, mereka menjadi performer penutup di panggung Lake Synchronize Fest 2019. Dibuka dengan track Pelantur yang membakar kedatangan mereka ke panggung, di lanjutkan Waiting yang menjadi pelumas selanjutnya. Track lama Selamat Pagi Juwita kembali di perdengarkan dari album V2.05 yang memulai hawa nostalgia muncul didepan panggung. Hanya Kau salah satu peluru andalan dari The Adams menyusul dengan lantunan syahdu dari penonton.Beberapa kali Saleh Husein (Vokal dan Gitar) memuji penonton yang hadir dan bernyanyi bersama mereka. “Gila...Synchronize Fest..Gila...” Ujar pria yang sering disapa Ale ini.
 Disela-sela pergantian lagu, Ale juga memperkenalkan personil terbaru mereka yang beberapa tahun kebelakang mengisi bagian Keyboard juga Synth. “Buat yang belum tau, disini ada personil baru dari The Adams.. ini dia Danilla..” dibalas dengan gelak tawa dari penonton. Ghina Salsabila menjadi personil terbaru The Adams yang sebelumnya sempat beberapa kali berganti, terakhir ada Pandu Fathoni yang mengisi posisi bass dari The Adams yang sempat kosong.
Esok dari album terbaru Agterplass mendayu dengan modulasi khas The Adams pada masa awal kemunculan mereka di industri musik. Track favorite yang sejak awal on stage di teriakan Timur menjadi bagian yang membuat bulu kuduk merinding dengan nyanyian yang penuh rasa dari The Adams yang memberikan energi penuh kepada penonton. Masa-Masa menjadi lagu yang penuh dengan kejutan, layaknya supporter bola penonton kompak mengalunkan nada mulai dari melodi hingga lirik. Konservatif yang historikal dan Halo beni yang unik menutup pagelaran Synchronize Fest di Panggung Lake dan The Adams berhasil membakar energi para penonton yang mana mereka main pada lewat tengah malam.

Seluruh foto diambil dari Youtube "DemajorsTV"


                                              
   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Studio Pop Hadirkan Kembali Memori Menggembirakan Milik Naif Band

  Studio Pop kembali muncul ke permukaan dalam season 3, kali ini mereka memberikan tribut untuk band yang baru saja ramai dibicarakan oleh khalayak ramai yaitu Naif yang ditinggalkan beberapa personilnya. Studio Pop kembali mendatangkan memori - memori indah kala kita mendengarkan  lagu-lagu dari Naif yang sudah 25 tahun menemani musik Indonesia. Pada kesempatan kali mereka menggandeng Ricky Virgana (White Shoes And The Couples Company), Isyana Sarasvati, Diskoria dan uniknya kali ini mereka membawa juga Adjis Doaibu,Gilang Gombloh dan Oomleo yang mana mereka merupakan penggemar dan juga saksi hidup Naif Band sejak lama. "David Pepeng Emil dan Jarwo bermain bersama didalam satu band" Penggalan kalimat tersebut nampak mendapat tempat khusus didalam lagu ini, biasanya sang frontman David Bayu yang biasanya menyanyikan lagu ini dan sekarang dibawakan kembali oleh Isyana dan kawan kawan Studio Pop membuat rasa haru nampak tumpah ruah. 

Gadis Impian Di Single Perdana Irrealiste

     Gambaran seorang gadis yang lugu, loveable namun sulit untuk digapai, itulah yang coba digambarkan Ricky cs dalam single perdana yang segera akan mereka luncurkan bertajuk Daydream. Daydream Girl akan segera dilepaskan band dream pop asal Bandung, Irrealiste. Rencananya Daydream ini akan segera dirilis bertepatan dengan hari kasih sayang atau Valentine. Lagu Daydream Girl bermula digarap oleh Ricky Adrian semasa karantina Covid 19. Single ini bercerita tentang ungkapan perasaan seseorang terhadap sosok idamannya yang sulit digapai. Setelah proses produksi yang cukup panjang, Irréaliste akhirnya sudah menemukan komposisi yang pas sehingga setelah sekian lama penggarapannya, mereka baru berani membagikannya kepada pendengar secara luas. Dalam single ini juga Irrealiste dibantu oleh beberapa rekan seperti Mahendra Ihsan yang berperan sebagai produser dalam track ini. Bilamana disimak, genre yang mereka usung sebagai senjata perdana adalah dream pop yang dibalut dengan l...

Membuka 'Trilogy Prinsa', Prinsa Mandagie Merilis Video Musik 'Berhenti Mengerti'

Setelah terakhir kita mendengar kolaborasi antara musisi muda Bandung, Prinsa Mandagie bersama dengan Fiersa Besari yang bertajuk 'Melawan Hati' kali ini musisi muda ini kembali dengan karya terbarunya. Prinsa Mandagie baru saja merilis  single  sekaligus Video Music yang merupakan Trilogy Prinsa berju dul ‘Berhenti Mengerti’. Membahas sedikit tentang ‘Berhenti Mengerti’. Lagu ini merupakan ciptaan dari Fafa Didin dan BarsenaBestandhi dan diaransemen oleh Music by Seek (Marco Stefiano, Kitut, Jesse), Mixing oleh Ano Stefiano, Masteringdan Enginee ring oleh Dimas Pradipta. Karakter vokal Prinsa dan kemampuannya untuk mengolah melodi juga menjadi salah satu hal kunci yang membuat lagu ini semakin terasa relate bagi para pendengarnya. Lagu menceritakan tentang sebuah hubungan cinta yang tidak mudah. Dalam perjalanannya, banyak hal yang telah dimengerti, dimaafkan, dan dip...