Grup band asal ibu kota 'Morfem' baru saja merilis mini album atau EP yang bertajuk 'Binar Wajah Sebaya'. Mini album ini berisi 5 lagu yang uniknya hanya terdapat 1 lagu baru yang sama dengan judul mini albumnya yaitu Binar Wajah Sebaya, yang kemudian isian track lain di warnai oleh track-track terdahulu milik Morfem yang di rekam ulang. 'Tiba-tiba terjadi' dari album SneakerFuzz, kemudian ada 'Bocah Candel Lampu Merah' dari album Hey Makan Tuh Gitar, 'Planet Berbeda' dari album SneakerFuzz, dan terakhir Senjakala Cerita dari album Hey Makan Tuh Gitar. Jimi Multazham sudah tidak diragukan lagi kemampuannya menciptakan lirik berbahasa Indonesia salah satunya yang tergambar pada lagu terbarunya bersama Morfem ini Binar Wajah Sebaya. Lagu ini menggambarkan tentang bagaimana pengelihatan kehidupan seorang anak kecil yang penuh raut bahagia, kepolosan akan mengenal asmara dan kesenangan seperti memiliki dunianya sendiri. Untuk penataan musik ada Pandu Fathoni yang merancang lagu ini dengan sedikit Dirty Sound tanpa merusak isian lirik yang malah menambah kesan keMorfeman kian kental yang digarap juga bersama personil Morfem yang lain yaitu Yusaka pada bass dan Freddie pada drum . MV Binar Wajah Sebaya sudah dapat disaksikan pada kanal Youtube dari Morfem, Dwiky KA seniman asal Surabaya mengimplementasikan lirik dan lagu BWS dengan sentuhan animasi dan kekanak kanakan yang menyenangkan.
Studio Pop kembali muncul ke permukaan dalam season 3, kali ini mereka memberikan tribut untuk band yang baru saja ramai dibicarakan oleh khalayak ramai yaitu Naif yang ditinggalkan beberapa personilnya. Studio Pop kembali mendatangkan memori - memori indah kala kita mendengarkan lagu-lagu dari Naif yang sudah 25 tahun menemani musik Indonesia. Pada kesempatan kali mereka menggandeng Ricky Virgana (White Shoes And The Couples Company), Isyana Sarasvati, Diskoria dan uniknya kali ini mereka membawa juga Adjis Doaibu,Gilang Gombloh dan Oomleo yang mana mereka merupakan penggemar dan juga saksi hidup Naif Band sejak lama. "David Pepeng Emil dan Jarwo bermain bersama didalam satu band" Penggalan kalimat tersebut nampak mendapat tempat khusus didalam lagu ini, biasanya sang frontman David Bayu yang biasanya menyanyikan lagu ini dan sekarang dibawakan kembali oleh Isyana dan kawan kawan Studio Pop membuat rasa haru nampak tumpah ruah.

Komentar
Posting Komentar